Wamena – Polres Jayawijaya melalui kegiatan Polisi Kumpul Bersama Masyarakat mengajak dua kelompok warga yang berselisih di Kampung Sapalek, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara damai. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026), pukul 07.00 hingga 10.00 WIT, ini dilakukan menyusul ketegangan pascakecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan salah seorang warga meninggal dunia.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Jayawijaya KOMPOL Albertus Mabel, S.I.K., M.A.P., Kasat Binmas IPDA Abu Bakar, S.Sos., KBO Binmas IPDA Stenly K. Rewang, AIPDA Kadir, dan BRIPKA Nutenus Wan imbo. Dalam pertemuan itu, jajaran kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka sekaligus mengajak kedua pihak untuk menjaga ketenangan di tengah situasi yang masih sensitif.
Wakapolres bersama Kasat Binmas mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh intelektual untuk terus berperan aktif membantu menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Kedua pihak juga diimbau menghentikan aksi saling serang agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun memperluas persoalan yang terjadi.
Kepolisian menekankan pentingnya mengedepankan hati dan pikiran yang tenang dalam menyikapi musibah kecelakaan lalu lintas tersebut. Penanganan kejadian diharapkan dipercayakan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menghormati mekanisme penyelesaian adat yang dapat ditempuh sesuai aturan.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak membawa panah atau alat berbahaya saat beraktivitas, menghindari tindakan yang dapat memancing kecurigaan, serta tidak melakukan pemalangan jalan umum. Akses jalan perlu tetap terbuka agar anak-anak dapat bersekolah, warga dapat membawa hasil jualan ke kota, dan aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu.
Dalam pertemuan tersebut, tokoh agama dan tokoh adat dari kedua pihak menyampaikan bahwa penanganan persoalan telah dipercayakan kepada kepolisian. Mereka juga meminta agar situasi di wilayah perbatasan kedua kelompok tetap dijaga selama masa kedukaan berlangsung. Setelah rangkaian kedukaan selesai, Polres Jayawijaya berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan guna mencari solusi bersama.
Melalui pendekatan dialog dan kebersamaan, Polres Jayawijaya berharap kedua pihak dapat kembali menjaga hubungan kekeluargaan dan mencegah terjadinya konflik lanjutan. Kedamaian di Kampung Sapalek menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made S. Bimantara, S.I.K., menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh-tokoh adat, tokoh agama, tokoh intelektual, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh pihak yang selama ini membantu Polres Jayawijaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat berarti, termasuk dalam upaya pemberantasan sabu-sabu, ganja, dan minuman keras yang dapat menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, tindakan kekerasan, hingga konflik sosial. Sinergi dan kepedulian bersama diharapkan terus diperkuat untuk menjaga kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Mari kita jaga persaudaraan dan kedamaian di tanah Papua yang kita cintai.
POLISI BERSAMA MASYARAKAT














