Polres  

Kapolda Papua dan Gubernur Papua Pegunungan Gelar Rakor Kamtibmas, Perkuat Sinergi Menjaga Kedamaian

banner 120x600
banner 468x60

Wamena, Papua Pegunungan – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menghadiri Rapat Koordinasi Perkembangan Situasi Kamtibmas di Wilayah Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 5 Hotel Grand Baliem, Jalan Sumbawa, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Pegunungan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolda Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir serta menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di Papua Pegunungan.

Kapolda Papua menyoroti sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kasus pembunuhan, bencana alam, serta berbagai gangguan keamanan yang membutuhkan respons bersama. Menurutnya, jajaran Polda Papua bersama Operasi Damai Cartenz terus berupaya menjalankan tugas secara maksimal, demikian pula pemerintah daerah dan jajaran Polres di wilayah Papua Pegunungan.

Kapolda berharap hasil rapat koordinasi dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta menjaga kedamaian di Papua Pegunungan.

Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan keamanan tidak dapat hanya dilihat dari aspek penegakan hukum, tetapi juga perlu melihat berbagai akar permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat.

Gubernur juga menyoroti persoalan pengungsi dari Kabupaten Nduga yang berada di Kabupaten Jayawijaya serta berbagai persoalan sosial lainnya. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan evaluasi dan komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa Kabupaten Jayawijaya sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan memiliki konsentrasi penduduk dan aktivitas yang tinggi sehingga membutuhkan perhatian bersama terhadap potensi gangguan keamanan. Perlindungan terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kedamaian.

Pada kesempatan tersebut, Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., memaparkan perkembangan situasi kamtibmas di Papua Pegunungan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Materi yang disampaikan meliputi perkembangan gangguan kamtibmas, tindak pidana, tindak pidana menonjol, aksi unjuk rasa, gangguan kelompok kriminal bersenjata serta berbagai upaya yang telah dilakukan Polda Papua dalam penanganannya.

Selanjutnya, Kaops Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., memaparkan gambaran Operasi Damai Cartenz-2026, capaian operasi, perkembangan persebaran kelompok kriminal bersenjata di wilayah Papua Pegunungan, serta dinamika gangguan keamanan selama periode Juli hingga September 2026.

Dalam sesi diskusi, Ketua Persekutuan Gereja Papua Pegunungan Pdt. Arie Mabel mengajak seluruh pihak, khususnya pemerintah, aparat keamanan dan tokoh agama, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan. Ia juga menyampaikan harapan agar akar persoalan dapat diselesaikan sehingga masyarakat Papua Pegunungan tidak terus mengalami trauma akibat konflik dan bunyi senjata.

Tokoh Paguyuban Nusantara Kabupaten Jayawijaya Iswardi C. B. Parani turut menyampaikan perlunya langkah dan rencana bersama yang lebih terarah dalam menghadapi perkembangan situasi keamanan. Ia juga menyoroti kebutuhan pelaku usaha terhadap jaminan keamanan serta persoalan miras dan intimidasi yang dinilai turut berpengaruh terhadap sejumlah gangguan kamtibmas di Kota Wamena.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli menyampaikan bahwa kondisi geografis dan luas wilayah Kabupaten Yahukimo menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan keamanan. Ia mengapresiasi dukungan aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas serta menekankan pentingnya pengelolaan sektor pertambangan secara legal dan tertib.

Bupati Yahukimo juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tidak disalahgunakan untuk mendukung kegiatan kelompok bersenjata. Selain itu, ia menyampaikan bahwa setiap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh oknum aparat, harus tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Karo Ops Polda Papua menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menangani akar persoalan di Papua Pegunungan. Salah satu upaya yang disampaikan adalah penguatan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

Karo Ops juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan informasi apabila menemukan adanya oknum yang terlibat dalam peredaran narkotika maupun minuman keras, sehingga dapat ditindak sesuai dengan ketentuan hukum.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip dalam diskusi turut menyampaikan perkembangan situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya. Ia menyoroti perubahan pola gangguan keamanan yang terjadi serta dampaknya terhadap pelayanan masyarakat, termasuk penarikan tenaga kesehatan dan guru dari sejumlah wilayah pinggiran Kota Wamena pascakejadian keamanan.

Sementara itu, Kaops Damai Cartenz menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata serta mengharapkan dukungan informasi terbaru dari pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara teknologi, informasi lapangan dan laporan masyarakat diperlukan untuk mendukung upaya menjaga keamanan di wilayah Papua Pegunungan.

Rapat koordinasi kemudian ditutup dengan foto bersama dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

Polres Jayawijaya juga terus berkomitmen mendukung sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas serta memberikan pelayanan yang aman dan humanis kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *