Satgas  

Kepala Suku Besar Kamoro Serukan Persatuan demi Mimika yang Aman, Damai, dan Sejahtera

banner 120x600
banner 468x60

Timika – Kepala Suku Besar Suku Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi mewujudkan situasi Kabupaten Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.

Timotius menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga aparat keamanan. Menurutnya, persatuan dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Kita sebagai warga masyarakat yang baik harus bergandengan tangan untuk menjaga keamanan di Kabupaten Mimika. Jangan mudah percaya atau terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Kita harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ujar Timotius.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum menjelang perayaan Natal sebagai kesempatan mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama. Menurutnya, Natal merupakan momen penuh kedamaian yang perlu disambut dengan hati bersih, ketulusan, dan semangat kebersamaan.

“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan damai, yaitu perayaan Natal. Karena itu, mari kita persiapkan diri dengan hati yang bersih, saling memaafkan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Jangan sampai persoalan atau perbedaan yang ada justru merusak kedamaian yang selama ini kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Timotius berharap agar setiap konflik yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bijaksana melalui dialog dan pendekatan kekeluargaan. Ia menekankan pentingnya peran para tokoh dalam menjadi jembatan perdamaian sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Apabila ada konflik atau persoalan di tengah masyarakat, mari kita redam bersama dan jangan memperkeruh keadaan. Para tokoh harus mampu menjadi jembatan perdamaian, mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, serta mencari jalan keluar melalui komunikasi yang baik. Jangan biarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegasnya.

Timotius juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Ia berharap masyarakat dapat mengedepankan sikap saling menghargai, menghindari tindakan provokatif, serta mengutamakan penyelesaian masalah secara damai.

Menutup imbauannya, Timotius mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika untuk menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebersamaan demi masa depan daerah yang lebih baik.

“Keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Mimika agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Dengan persatuan, kepedulian, dan semangat saling menghormati, kita dapat menciptakan suasana yang harmonis sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, terlebih dalam menyambut perayaan Natal,” tutup Timotius.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *