Keerom – Kepala Suku sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Baburia, Kabupaten Keerom, Dius Tabuni, menegaskan komitmen masyarakatnya untuk menjaga kedamaian di wilayah Papua.
Ia menyampaikan apresiasi atas terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Keerom, yang merupakan daerah perbatasan NKRI dengan Papua Nugini.
Dius Tabuni menekankan bahwa stabilitas tersebut dapat terjaga berkat kolaborasi erat antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Para tokoh adat dan masyarakat, katanya, bersikap tegas menolak segala bentuk adu domba yang dapat memecah belah persatuan.
“Masyarakat Keerom lebih diarahkan untuk fokus pada kegiatan produktif, khususnya sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Dius Tabuni pada Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan seperti pembukaan lahan, penanaman jagung, serta pengembangan tanaman pangan dinilai mampu memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga aktivitas warga tetap positif dan konstruktif.
Ia juga berharap pembangunan di Kabupaten Keerom terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh.
Dius Tabuni meminta seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, turut mendukung terciptanya pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi Keerom.
Terkait persatuan, Dius Tabuni menegaskan komitmen masyarakat Keerom, Papua, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Keberagaman masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah dan kelompok suku, termasuk masyarakat pegunungan maupun Tabi yang bermukim di Keerom, merupakan bagian dari kekuatan daerah yang harus dijaga melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Peta Dius Tabuni mengungkapkan, kunci utama kedamaian di Keerom adalah keberanian dan kecepatan seluruh elemen dalam merespons serta menyelesaikan setiap potensi konflik di lapangan.
Sinergi responsif antara Pemerintah, Polri, hingga para Kepala Suku terbukti efektif meredam persoalan secara kekeluargaan dan profesional sebelum permasalahan membesar.(rd)














